Efektivitas Program MBG Dipertanyakan, Warga Surabaya Dorong Prioritas Pendidikan dan Faskes Gratis

Liputan Surabaya – Surabaya, Polemik mengenai efektivitas program MBG terus bergulir di tengah masyarakat. Sejumlah warga di Kota Surabaya menyampaikan keluhan bahwa program tersebut dinilai belum memberikan manfaat yang signifikan, terutama dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat seperti pendidikan dan layanan kesehatan.

Aspirasi itu menguat seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya akses pendidikan gratis dan fasilitas kesehatan (faskes) gratis. Dua sektor ini dinilai menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Dalam konteks pendidikan, warga menilai bahwa akses gratis terhadap layanan pendidikan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi lemah. Pendidikan yang merata diyakini dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan global.

โ€œPendidikan adalah kunci utama untuk keluar dari kemiskinan. Kalau aksesnya terbatas, maka kesenjangan akan terus terjadi,โ€ ujar salah satu peserta aksi.

Bacaan Lainnya
SIMAK JUGA   Kapolri Beri Apresiasi Langsung ke TNI yang 'Berputar' dan Tim Gabungan Evakuasi Kapolda Jambi
LIPUTAN SURABAYA

Selain itu, layanan kesehatan gratis juga dipandang sebagai kebutuhan mendesak. Masyarakat menilai, jaminan kesehatan yang mudah diakses akan meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk bekerja dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Dari sudut pandang keadilan sosial, pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar yang seharusnya dijamin oleh negara. Program yang memastikan akses gratis terhadap kedua sektor tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat secara merata.

Polemik terkait program MBG mencapai puncaknya saat ribuan warga menggelar aksi unjuk rasa di kawasan pusat kota Surabaya. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai tuntutan, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap program MBG serta wacana penggantian skema bantuan.

Para peserta aksi terlihat membawa poster bertuliskan โ€œSTOP MBGโ€ dan membentangkan spanduk besar di barisan depan. Sejumlah tulisan dalam spanduk tersebut memuat beragam pandangan, mulai dari kritik terhadap efektivitas program hingga usulan alternatif kebijakan seperti bantuan tunai maupun perluasan jaminan kesehatan.

SIMAK JUGA   Presiden Jokowi Kunjungan Kerja ke Bengkulu

Aksi yang didominasi kalangan muda itu berlangsung tertib. Massa berjalan menyusuri jalur yang telah ditentukan sambil membawa bendera Merah Putih dan menyampaikan orasi secara bergantian. Dalam orasinya, sejumlah perwakilan massa menekankan pentingnya kebijakan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Namun demikian, tidak seluruh peserta aksi memiliki pandangan yang sama. Sebagian orator justru menilai bahwa program MBG masih memiliki manfaat dan perlu dipertahankan dengan perbaikan sistem, bukan dihapus sepenuhnya. Mereka mengingatkan bahwa perubahan kebijakan secara drastis berpotensi menimbulkan persoalan baru, khususnya jika diganti dengan bantuan tunai yang dinilai rawan tidak tepat sasaran.

โ€œKalau diganti bantuan tunai tanpa pengawasan ketat, dikhawatirkan tidak efektif dan justru menimbulkan masalah baru,โ€ ungkap salah satu orator.

Perbedaan pandangan tersebut mencerminkan dinamika di tengah masyarakat terkait arah kebijakan yang dinilai paling tepat. Di satu sisi, ada tuntutan evaluasi dan perbaikan program MBG, sementara di sisi lain muncul dorongan kuat agar pemerintah lebih memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan.

SIMAK JUGA   Patroli Raimas Polres Gresik Berhasil Gagalkan Peredaran Pil Koplo, Tiga Pemuda Diamankan

Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai bahwa pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif sebelum mengambil keputusan strategis. Kebijakan yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas, seperti bantuan sosial dan layanan publik, dinilai harus berbasis data serta mempertimbangkan dampak jangka panjang.

Sementara itu, aparat keamanan tampak disiagakan di sejumlah titik untuk mengawal jalannya aksi. Kehadiran petugas bertujuan memastikan situasi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan ketertiban. Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung aman dan tertib tanpa insiden berarti.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai evaluasi maupun kelanjutan program MBG. Pemerintah diharapkan segera memberikan klarifikasi dan membuka ruang dialog dengan masyarakat guna meredam polemik yang berkembang.

Di tengah perdebatan tersebut, satu hal yang menjadi titik temu adalah pentingnya kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Pendidikan gratis dan fasilitas kesehatan gratis dinilai bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

HYT AKSESORIS

BAKSO PAK SAN DEPAN TUGU PAHLAWAN ๐Ÿ’ฏ

Pos terkait