๐ป๐ธ๐ฟ๐ ๐ ๐ฐ๐ฝ ๐ ๐ ๐ ๐ฐ๐ฑ๐ฐ๐ ๐ฐ Neอคwsอ – SAMPANG, Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Sampang, Madura. Seorang tokoh masyarakat yang dikenal luas oleh warga, Abah Gunjek, meninggal dunia pada Sabtu (14/3/2026). Kepergian almarhum membawa duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai sosok yang sederhana dan penuh kepedulian.
Abah Gunjek diketahui berasal dari Desa Pamolaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura. Di tengah masyarakat, almarhum dikenal sebagai figur yang dihormati dan sering menjadi rujukan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Sikapnya yang ramah dan rendah hati membuatnya dekat dengan berbagai kalangan.
Kabar wafatnya Abah Gunjek dengan cepat menyebar di tengah masyarakat setempat. Warga pun menyampaikan rasa kehilangan atas sosok yang selama ini dianggap sebagai tokoh yang memberikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ucapan belasungkawa turut datang dari berbagai tokoh, salah satunya dari K.H. Abdul Muhsi Bin Alm K.H. Bahri, tokoh agama dari Pancong, Desa Selabeyan. Ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Abah Gunjek.
Menurut K.H. Abdul Muhsi, almarhum merupakan pribadi yang dikenal baik oleh masyarakat serta memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan sekitarnya. Selama hidupnya, Abah Gunjek dikenal sebagai sosok yang selalu menjaga hubungan baik dengan sesama serta berperan dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
โKami segenap keluarga besar turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Abah Gunjek. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah beliau, mengampuni dosa-dosanya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,โ ungkap K.H. Abdul Muhsi saat menyampaikan doa dan belasungkawa.
Duka cita juga disampaikan oleh Musthofa, jurnalis media liputansurabaya.id, yang mengenal almarhum sebagai tokoh masyarakat yang dekat dengan warga dan memiliki kepribadian yang sederhana.
Musthofa mengatakan bahwa kepergian Abah Gunjek merupakan kehilangan bagi masyarakat, khususnya warga di Desa Pamolaan yang selama ini mengenal almarhum sebagai figur yang dihormati.
โBeliau dikenal sebagai sosok yang baik dan dekat dengan masyarakat. Banyak warga yang merasa kehilangan atas kepergian beliau. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,โ ujarnya.
Bagi masyarakat Desa Pamolaan dan sekitarnya, Abah Gunjek bukan hanya sekadar tokoh masyarakat, namun juga sosok yang kerap memberikan nasihat serta menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadirannya selama ini memberikan warna tersendiri bagi kehidupan sosial warga.
Sejumlah warga yang datang untuk menyampaikan belasungkawa juga mengenang almarhum sebagai pribadi yang selalu terbuka kepada siapa saja. Dalam berbagai kesempatan, Abah Gunjek dikenal tidak pernah membeda-bedakan orang dan selalu berusaha menjaga kerukunan antarwarga.
Kepergian tokoh masyarakat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Namun demikian, jasa serta kebaikan yang telah ditanamkan kepada masyarakat akan selalu dikenang.
Masyarakat pun berharap nilai-nilai kebaikan yang telah ditunjukkan oleh almarhum semasa hidup dapat menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
Doa pun terus mengalir dari berbagai pihak agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Pewarta : Mus/Tp










