๐ป๐ธ๐ฟ๐ ๐ ๐ฐ๐ฝ ๐ ๐ ๐ ๐ฐ๐ฑ๐ฐ๐ ๐ฐ Neอคwsอ – SURABAYA, Senin siang yang terik di Kantor Bersama (KB) Samsat Surabaya Selatan, Jl. Jetis Seraten, Ketintang, Kecamatan Gayungan. Suasana loket pelayanan tampak dipenuhi warga yang tengah mengurus administrasi kendaraan bermotor. Di tengah antrean panjang itu, seorang wajib pajak (WP) tampak kebingungan. Berkas yang ia bawa berulang kali dikembalikan karena ada ketidaksesuaian.
Kebingungan tersebut akhirnya mendapat perhatian dari Brigadir Vegie S.H., petugas yang tengah melakukan pengawasan dan pelayanan. Dengan sigap, ia menghampiri WP tersebut dan memeriksa langsung berkas yang diajukan. Setelah dicek secara detail, Vegie menemukan adanya kesalahan pada data dokumen resmi: nomor rangka (Noka) dan nomor mesin (Nosin) yang tercatat di BPKB tidak sesuai dengan STNK. Hanya satu huruf yang keliru, tetapi cukup untuk membuat proses administrasi terhambat.
โIni bukan sekadar salah ketik. Kalau dibiarkan, bisa berpengaruh besar, terutama jika kendaraan berpindah tangan atau diperiksa aparat di jalan. Karena itu harus segera dibetulkan di sistem,โ ujar Brigadir Vegie kepada wartawan.

Salah Input Data, Dampak Bisa Panjang
Kesalahan administrasi seperti ini kerap terjadi akibat human error pada saat awal input data kendaraan. Sepele memang, hanya satu huruf atau angka yang berbeda. Namun konsekuensinya serius: dokumen bisa dianggap tidak valid, bahkan berisiko menimbulkan masalah hukum bagi pemilik kendaraan.
Dalam kasus kali ini, Brigadir Vegie langsung memberikan solusi cepat. Ia mengarahkan WP untuk menuju loket balik nama agar petugas terkait segera memperbaiki data di komputer. โSaya sudah jelaskan ke petugas loket agar data yang keliru bisa dirubah di sistem. Setelah itu, dokumen akan sinkron kembali,โ ujarnya.
Langkah sederhana namun tegas tersebut menyelamatkan WP dari kebingungan berkepanjangan. โSaya benar-benar bingung, hampir putus asa. Untung ada Pak Vegie yang mau membantu. Kalau tidak, mungkin saya bolak-balik tanpa tahu solusinya,โ ungkap salah seorang WP yang enggan disebutkan namanya.
Pelayanan Prima Jadi Kunci
Kisah ini mencerminkan komitmen Samsat Surabaya Selatan dalam meningkatkan pelayanan prima. Di tengah sorotan publik terhadap birokrasi yang sering dianggap rumit, hadirnya petugas yang responsif menjadi penopang kepercayaan masyarakat.
Menurut pengamatan di lapangan, Brigadir Vegie tidak hanya fokus pada prosedur formal, tetapi juga memastikan WP memahami langkah-langkah yang harus dilakukan. Transparansi inilah yang membuat masyarakat merasa terlayani dengan baik.
โPrinsip kami, jangan sampai masyarakat dipersulit. Kalau ada masalah, tugas kami adalah mencari jalan keluar, bukan menambah beban mereka,โ tegas Vegie.
Upaya Reformasi Layanan Publik
KB Samsat Surabaya Selatan kini terus mendorong perbaikan sistem pelayanan, mulai dari penerapan teknologi digital hingga pengawasan langsung oleh petugas. Tantangannya memang masih ada, terutama terkait kesalahan input yang bersumber dari faktor manusia. Namun, setiap kasus menjadi bahan evaluasi untuk memperketat ketelitian.
Kantor yang berada di Jl. Jetis Seraten, Ketintang, Surabaya ini melayani ribuan warga setiap bulannya. Dengan beban kerja sebesar itu, kehadiran petugas seperti Brigadir Vegie yang berani turun langsung ke lapangan menjadi wajah nyata pelayanan publik yang berorientasi pada solusi.
Catatan Akhir
Kejadian ini mungkin tampak sederhana, sekadar salah satu huruf di data kendaraan. Namun di baliknya tersimpan pesan penting: kecepatan, ketelitian, dan empati petugas menjadi penentu kualitas pelayanan publik.
Pelayanan prima bukan hanya soal administrasi yang selesai, tetapi juga soal kehadiran aparat yang mampu menjembatani kebingungan masyarakat. Seperti yang ditunjukkan Brigadir Vegie S.H., satu tindakan sigap dapat menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan negara.
Pewarta : Musthofa










