Liputan Surabaya – Surabaya, 25 Oktober 2025 โ Proyek pemasangan box culvert di Jalan Juwingan, Surabaya, yang menggunakan dana dari Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan (DAKEL), kini menjadi sorotan tajam warga. Pekerjaan yang seharusnya meningkatkan infrastruktur justru menuai kritik karena dinilai amburadul dan tidak sesuai standar teknis.
Pantauan tim investigasi media ini di lokasi menunjukkan banyak kejanggalan. Sejumlah U-dit yang dipasang tampak retak, namun tetap digunakan meski kondisi debit air masih tinggi. Warga menilai langkah tersebut sangat berisiko dan mencerminkan ketidakprofesionalan pelaksana proyek.
โKalau begini caranya, nanti sebentar rusak lagi. Ini uang rakyat, harusnya dikerjakan dengan benar, bukan asal jadi,โ ujar salah satu warga Juwingan dengan nada kesal saat ditemui di lokasi proyek.
Ketika dikonfirmasi, pihak pelaksana proyek mengklaim pekerjaan telah sesuai prosedur dan standar yang berlaku. Namun, fakta di lapangan justru memperlihatkan hal sebaliknya. Kondisi pekerjaan yang terkesan terburu-buru dan minim pengawasan menimbulkan keraguan terhadap kualitas hasilnya.
Tak hanya itu, pelaksana proyek juga dinilai mengabaikan Peraturan Presiden (Perpres) No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Minimnya transparansi dalam proses pelaksanaan semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan prosedural.
Warga juga menyoroti penggunaan tanah bekas galian yang dijadikan urugan di pinggiran saluran tanpa menggunakan material sirtu (pasir batu) sebagaimana mestinya. Cara kerja seperti itu dianggap tidak profesional dan berpotensi mengurangi ketahanan struktur dalam jangka panjang.
โHarusnya tanah galian diganti dengan sirtu agar kuat. Kalau cuma tanah biasa, bisa amblas lagi. Ini kerja asal-asalan,โ tambah warga lainnya.
Masyarakat Juwingan mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk turun tangan dan melakukan evaluasi total terhadap proyek tersebut. Mereka berharap agar pelaksanaan proyek DAKEL benar-benar diawasi dengan ketat dan dilaksanakan secara transparan sesuai aturan yang berlaku.
โDana Kelurahan itu uang rakyat, bukan milik pribadi. Harus dikelola dengan bertanggung jawab dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat,โ tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Proyek pemasangan box culvert di Jl. Juwingan ini menjadi contoh nyata lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pemerintah di tingkat kelurahan. Warga berharap agar aparat terkait segera menindaklanjuti temuan di lapangan dan memastikan proyek berjalan sesuai standar demi kepentingan publik.
Pewarta : (JL)










