๐ป๐ธ๐ฟ๐ ๐ ๐ฐ๐ฝ ๐ ๐ ๐ ๐ฐ๐ฑ๐ฐ๐ ๐ฐ Neอคwsอ – SURABAYA, Kasus dugaan pencurian telepon genggam yang menimpa Iqbal Romadhoni (22), warga Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, menyisakan sejumlah pertanyaan. Pasalnya, ponsel tersebut dilaporkan hilang saat berada di dalam rumah korban sendiri.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/45/B/II/2026/JATIM/RESTABES SBY/SEK.TBSR, laporan resmi diterima oleh Polsek Tambaksari pada Minggu (8/2/2026) pukul 18.00 WIB.
Kronologi yang Janggal
Dalam keterangan yang dihimpun, korban mengaku terakhir kali melihat ponselnya pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, perangkat berjenis Vivo V60 Lite tersebut diletakkan di dekat televisi di ruang tamu.
Namun, saat korban terbangun pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, ponsel itu sudah tidak berada di tempatnya. Korban mengaku tidak mendengar suara mencurigakan ataupun tanda-tanda adanya kerusakan pada pintu maupun jendela rumah.
Fakta bahwa barang hilang dari dalam rumah tanpa adanya tanda paksa menjadi sorotan. Apakah pelaku masuk saat kondisi rumah tidak terkunci? Atau ada kemungkinan pelaku sudah mengetahui situasi di dalam rumah korban?
Kerugian dan Dugaan Awal
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp4.000.000. Nilai tersebut cukup signifikan, mengingat perangkat yang hilang masih tergolong baru.
Sejumlah sumber di sekitar lokasi menyebutkan bahwa kawasan Pacarkembang relatif padat penduduk. Namun demikian, potensi tindak kriminal tetap ada, terlebih pada jam-jam rawan menjelang dini hari.
Polisi Dalami Akses Masuk
Pihak kepolisian dari Polsek Tambaksari memastikan laporan telah diterima dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan. Fokus awal penyidik adalah menelusuri kemungkinan akses masuk pelaku, termasuk memeriksa kondisi kunci pintu, jendela, serta kemungkinan adanya saksi yang melihat aktivitas mencurigakan di sekitar rumah korban.
Selain itu, aparat juga berpeluang menelusuri jejak digital melalui pelacakan perangkat, apabila fitur keamanan dan akun korban masih aktif.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindak pencurian tidak selalu terjadi di ruang publik. Bahkan, di dalam rumah sendiri pun risiko tersebut tetap ada apabila sistem pengamanan kurang optimal.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan tambahan guna mengungkap siapa pelaku di balik hilangnya ponsel tersebut.
Pewarta : (Tp)










