Liputan Surabaya – SURABAYA, Nilai-nilai kearifan lokal Jawa kembali mengingatkan masyarakat akan makna sejati keikhlasan. Salah satu pitutur yang sarat makna berbunyi, “Ikhlas iku dudu pasrah tanpa usaha, nanging usaha tanpa ngarep bali saka donya.”
Dalam bahasa Indonesia, ungkapan tersebut bermakna “Ikhlas bukan berarti menyerah tanpa usaha, tetapi berusaha tanpa berharap balasan dari dunia.” Sebuah pesan mendalam yang menegaskan bahwa keikhlasan sejati bukan tentang kepasrahan tanpa tindakan, melainkan tentang kerja keras dengan niat yang tulus dan tanpa pamrih.
Filosofi ini menjadi cerminan kehidupan masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi ketenangan batin dan keseimbangan antara usaha lahir dan ikhlas batin. Meski zaman terus berubah, nilai-nilai luhur tersebut tetap relevan dan menjadi pengingat agar manusia tidak terjebak pada keinginan duniawi semata.
Keikhlasan, sebagaimana diajarkan dalam pitutur Jawa, adalah tentang bagaimana seseorang menjalani kehidupan dengan penuh dedikasi, tanpa harus menuntut imbalan atau pengakuan. Sebuah pesan sederhana, namun memiliki makna yang dalam bagi siapa pun yang ingin hidup dengan hati yang tenang dan penuh makna.
Pewarta : (Tp)










