๐ป๐ธ๐ฟ๐ ๐ ๐ฐ๐ฝ ๐ ๐ ๐ ๐ฐ๐ฑ๐ฐ๐ ๐ฐ Neอคwsอ – SURABAYA, Di tengah persaingan usaha kebutuhan pokok yang semakin ketat, pasangan suami istri muda Mas Sohib dan Mbak Ayu tetap bertahan dengan mengedepankan kualitas dan kejujuran. Keduanya menjalankan usaha ayam potong segar di Ruko Mangga Dua, Jalan Jagir Wonokromo No.98, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, dengan prinsip hanya menjual ayam yang benar-benar segar dan baru dipotong.
“Aktivitas di lapak ayam potong milik pasangan ini sudah dimulai sejak dini hari. Sekitar pukul 02.00 WIB, Mas Sohib dan Mbak Ayu mulai membuka lapak dan menyiapkan ayam potong segar untuk dijajakan kepada pelanggan. Pilihan waktu tersebut dilakukan agar ayam yang dijual tetap segar hingga pagi hari saat pembeli mulai berdatangan.
Mas Sohib menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menjual ayam yang telah lama dipotong dari jagal atau tempat pemotongan. Menurutnya, kualitas ayam menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan.
โKami hanya menjual ayam yang baru dipotong dan masih segar. Kalau ayamnya sudah lama dipotong, saya tidak mau jual karena takut pelanggan kecewa,โ ujar Mas Sohib saat ditemui di lokasi.
Ayam potong yang dijual di lapak tersebut masih terlihat segar, bahkan darahnya masih tampak sebagai tanda ayam baru saja dipotong. Kondisi inilah yang membuat banyak pelanggan yakin akan kualitas dagangan Mas Sohib dan Mbak Ayu.
Selain menjaga kesegaran, kejujuran dalam timbangan juga menjadi prinsip utama pasangan muda ini. Mbak Ayu mengungkapkan, pihaknya tidak segan menambahkan berat ayam agar sesuai dengan timbangan dan tidak merugikan pembeli.
โKalau timbangannya kurang, lebih baik kami tambah. Yang penting pelanggan puas dan percaya,โ kata Mbak Ayu.
Pendekatan tersebut berdampak positif pada penjualan. Dalam satu hari, lapak ayam potong ini mampu menjual sekitar 80 hingga 100 ekor ayam segar. Pada hari-hari ramai, jumlah pelanggan bisa mencapai sekitar 20 orang atau lebih. Sebagian besar pembeli merupakan ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan ayam segar untuk kebutuhan konsumsi keluarga.
Tak jarang, warga yang melintas di sekitar Ruko Mangga Dua berhenti sejenak dan langsung membeli setelah melihat ayam potong yang masih tampak segar di lapak tersebut. Kesegaran ayam menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan baru maupun pelanggan tetap.
Mas Sohib juga mengungkapkan bahwa usaha ayam potong yang ia jalani saat ini merupakan usaha turun-temurun dari kedua orang tuanya yang telah almarhum. Keluarganya diketahui telah puluhan tahun berjualan ayam di kawasan Pasar Mangga Dua.
โSejak kecil saya sudah ikut orang tua jualan ayam di pasar. Dari situ saya belajar bagaimana menjaga kualitas dan kejujuran dalam berdagang,โ ungkapnya.
Kini, bersama sang istri, Mas Sohib berupaya meneruskan usaha keluarga tersebut dengan semangat dan komitmen yang sama. Meski usia mereka masih tergolong muda, keduanya bertekad mempertahankan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh orang tua mereka.
Setiap harinya, ayam potong segar yang dijual di lapak Mas Sohib dan Mbak Ayu hampir selalu habis sebelum pagi berakhir. Sekitar pukul 06.30 WIB, stok ayam potong di lapak sudah habis terjual tanpa sisa. Kondisi ini menjadi indikator tingginya kepercayaan pelanggan terhadap kualitas ayam yang mereka tawarkan.
Dengan harga yang terjangkau, kualitas ayam potong yang segar, serta timbangan yang jujur, usaha ayam potong Mas Sohib dan Mbak Ayu terus diminati masyarakat di kawasan Jagir Wonokromo dan sekitarnya. Kisah pasangan muda ini menjadi potret usaha kecil yang bertahan dengan mengedepankan kepercayaan, konsistensi, dan kerja keras di tengah tantangan ekonomi.
Pewarta : (Musthofa)










