Liputan Surabaya – Surabaya, Petuah bijak dari KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kembali disampaikan oleh KH. M. Sholeh Bahruddin, pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Dalam ceramahnya, KH. Sholeh mengingatkan bahwa sehebat apa pun seseorang, pada hakikatnya manusia tidak akan pernah bisa hidup sendiri.
“Pintero pitung pinter, ngalimo pitung ngalim, sugiho pitung sugih, gak ngara iso urip dewe. Pasti mbutuhno wong liyo,” tutur KH. Sholeh Bahruddin menirukan dawuh Gus Dur yang sarat makna kehidupan.
Secara harfiah, dawuh tersebut bermakna bahwa orang pintar tetap membutuhkan orang pintar lain, orang alim tetap memerlukan orang alim lain, dan orang kaya pun tetap bergantung pada sesama. Intinya, tidak ada satu pun manusia yang bisa hidup tanpa bantuan orang lain.
Menurut KH. Sholeh, pesan Gus Dur ini menjadi pengingat agar manusia tidak sombong dengan kemampuan, jabatan, atau harta yang dimiliki. “Kita semua saling bergantung. Saling menguatkan. Tidak ada yang bisa berjalan sendiri tanpa dukungan sesama,” ujarnya.
Pesan kebersamaan ini, lanjut KH. Sholeh, relevan di tengah kehidupan modern yang sering diwarnai ego dan individualisme. “Tanpa kebersamaan, tak ada keberkahan. Itulah yang ingin diingatkan Gus Dur kepada kita semua,” tegasnya.
Dawuh tersebut bukan sekadar nasihat, melainkan nilai dasar kehidupan sosial yang mengajarkan rendah hati, saling menghargai, dan memperkuat solidaritas antar manusia. Pesan yang sederhana, namun abadi — seperti sosok Gus Dur sendiri yang selalu menjunjung tinggi kemanusiaan dan persaudaraan.
Pewarta : (Tp)










