Investigasi Pelayanan KB Samsat Surabaya Timur: “Polantas Menyapa”, Pengawasan Internal dan Komitmen Ketelitian Data di Bulan Ramadhan

Liputan Surabaya – SURABAYA, Pelayanan publik satu atap di KB Samsat Surabaya Timur yang berlokasi di Jl. Manyar Kertoarjo No.1 menjadi sorotan dalam upaya peningkatan kualitas layanan administrasi kendaraan bermotor. Di tengah momentum bulan suci Ramadhan, jajaran kepolisian dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur memperkuat sinergi melalui program bertajuk “Polantas Menyapa”.

Namun di balik sapaan humanis dan ucapan “Marhaban Ya Ramadhan” kepada wajib pajak, terdapat agenda yang lebih substansial: pengawasan ketat terhadap proses administrasi, khususnya perpanjangan lima tahunan kendaraan bermotor.

Humanis di Front Office, Tegas di Back Office

Dalam pantauan di lokasi, IPTU Wawan tampak menyapa langsung para wajib pajak yang tengah mengantre. Ia menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa sekaligus memastikan pelayanan tetap berjalan optimal selama bulan Ramadhan.

Bacaan Lainnya
SIMAK JUGA   1.632 Polisi dikerahkan Amankan Aksi Ojol di Silang Selatan Monas
LIPUTAN SURABAYA

Program “Polantas Menyapa” bukan sekadar simbolis. Pendekatan ini dirancang untuk membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan Samsat, sekaligus menekan potensi praktik yang menyimpang dari prosedur.

Namun, yang menarik adalah penegasan internal yang disampaikan secara terbuka kepada jajaran petugas. IPTU Wawan secara langsung mengingatkan Polwan AIPTU Dian selaku Kapokja Loket Penul 5 Tahunan agar memastikan seluruh berkas yang masuk diteliti secara menyeluruh sebelum diproses.

Titik Rawan Administrasi Lima Tahunan

Perpanjangan STNK lima tahunan dikenal sebagai salah satu tahapan administrasi yang cukup kompleks. Selain pembayaran pajak, wajib pajak harus melalui cek fisik kendaraan, verifikasi nomor rangka dan nomor mesin, serta pencocokan identitas kepemilikan.

Dalam investigasi ini, sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa titik rawan kesalahan kerap terjadi pada tahap pencocokan data manual dengan sistem komputer OPSI milik Bapenda Jatim. Ketidaksesuaian nama, kesalahan input nomor identitas, hingga perbedaan data kendaraan dapat berdampak pada tertundanya proses atau bahkan potensi sengketa administratif.

SIMAK JUGA   Ribuan Driver Ojol Deklarasi Kamtibmas “Jogo Jatim” di Stadion Gajayana Polresta Malang Kota Berbagi Beras dan Helm Gratis

IPTU Wawan menegaskan bahwa berkas yang belum diproses dan akan masuk loket harus diperiksa ulang secara detail. Ia mengingatkan agar tidak ada satu pun dokumen yang lolos tanpa verifikasi kesesuaian atas nama berkas dengan data di sistem OPSI Bapenda Jatim.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk pencegahan dini terhadap kesalahan administrasi yang dapat merugikan masyarakat maupun institusi.

Sistem Satu Atap dan Tantangan Integrasi

Sebagai kantor pelayanan terpadu, KB Samsat Surabaya Timur melibatkan unsur kepolisian, Bapenda Jatim, dan Jasa Raharja. Sistem satu atap ini dirancang untuk mempercepat proses pelayanan dan memangkas birokrasi berlapis.

Namun dalam praktiknya, integrasi data lintas instansi membutuhkan ketelitian tinggi. Perbedaan pembaruan data, sinkronisasi sistem, hingga faktor human error menjadi tantangan tersendiri.

Sejumlah wajib pajak yang ditemui mengaku pelayanan relatif tertib dan terarah. Meski demikian, antrean pada jam-jam tertentu masih menjadi catatan, terutama menjelang tenggat pajak kendaraan.

SIMAK JUGA   Gatur Lalin Sambil Berbagi Helm dan Cokelat Polwan Polda Jatim Peringati Hari Jadi Polisi Wanita ke 77

Momentum Ramadhan dan Uji Konsistensi Layanan

Bulan Ramadhan seringkali menjadi ujian konsistensi pelayanan publik. Jam kerja yang disesuaikan serta kondisi fisik petugas yang berpuasa menuntut manajemen waktu dan disiplin kerja yang lebih ketat.

Dalam konteks ini, pendekatan humanis melalui “Polantas Menyapa” menjadi pelengkap strategi pengawasan internal. Pesan religius yang disampaikan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat moral bagi petugas agar bekerja jujur dan profesional.

Investigasi ini menunjukkan bahwa penguatan pelayanan tidak hanya terletak pada kecepatan, tetapi juga pada akurasi dan akuntabilitas data. Ketelitian dalam memverifikasi berkas menjadi benteng utama untuk mencegah kesalahan administratif yang dapat berdampak luas.

Ke depan, konsistensi pengawasan dan transparansi proses menjadi kunci. Publik menaruh harapan agar pelayanan di KB Samsat Surabaya Timur tidak hanya ramah secara simbolik, tetapi juga solid secara sistem dan bebas dari celah kesalahan.

Pewarta : (Tp)

HYT AKSESORIS

BAKSO PAK SAN DEPAN TUGU PAHLAWAN 💯

Pos terkait