Liputan Surabaya – Jakarta, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan ratusan personel untuk memperkuat pengamanan di wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara menyusul meningkatnya dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kedua daerah tersebut.
Pengecekan kesiapan pasukan Brimob dilaksanakan pada Sabtu (4/4/2026) pukul 12.00 WIB di Markas Komando Brimob dan dipimpin langsung oleh Wakapolri. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif Polri dalam memastikan kesiapan personel sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan.
Data yang dihimpun menyebutkan, kekuatan personel yang disiapkan terdiri atas 100 personel Brimob untuk Papua Tengah, 8 personel Itwasum yang dibagi ke dua wilayah, 10 personel BIK untuk Papua Tengah, 26 personel Divpropam yang terbagi ke Papua Tengah dan Maluku Utara, serta 20 personel Bareskrim untuk Papua Tengah.
Untuk wilayah Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah diberangkatkan lebih awal pada Sabtu pagi menggunakan pesawat Beechcraft. Sementara itu, 4 personel Itwasum masih dalam proses penjadwalan keberangkatan.
Adapun penguatan ke Papua Tengah melibatkan total 148 personel gabungan yang dijadwalkan berangkat pada Minggu (5/4/2026) pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Batik Air dengan tujuan Nabire.
Langkah penguatan ini dilakukan seiring perkembangan situasi kamtibmas di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Halmahera Tengah, konflik antarwarga terjadi akibat dugaan pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya. Insiden tersebut memicu aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo.
Akibat bentrokan tersebut, dilaporkan terdapat korban jiwa, pembakaran rumah warga, fasilitas umum, serta satu unit tempat ibadah. Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat untuk meredam situasi hingga berangsur kondusif pada Jumat sore.
Sementara itu, di Kabupaten Dogiyai, terjadi aksi penganiayaan berat terhadap anggota Polri, Bripda Juventus Edowai, oleh orang tak dikenal yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Indonesia.
โPolri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan guna memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan,โ ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
โKami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta tidak terprovokasi oleh isu hoaks,โ tambahnya.
Saat ini, Polri masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan di Halmahera Tengah maupun penyerangan terhadap personel di Dogiyai, serta memastikan kondisi keamanan di kedua wilayah tetap terkendali.
Pewarta : Mus/Tp










