Liputan Surabaya – Sidoarjo, Lagi dan lagi setelah di beritakan beberapa bulan yang lalu oleh awak media ini bahwasanya SPBU 54 612 08 diduga melayani penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite menggunakan jerigen plastik tanpa disertai surat rekomendasi resmi dari instansi terkait. Kini hal tersebut di lakukan nya kembali setelah sempat tidak beroperasi, Praktik ini dikhawatirkan melanggar peraturan pemerintah terkait distribusi BBM bersubsidi dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan.
Menurut informasi yang diperoleh di lokasi pada hari kamis dini hari ( 23/01/2025 ), beberapa konsumen terlihat membawa jeriken plastik untuk membeli Pertalite, meski tidak menunjukkan surat rekomendasi yang seharusnya menjadi syarat utama dalam pembelian BBM bersubsidi menggunakan wadah tersebut. Hal ini memunculkan kekhawatiran dari masyarakat sekitar terkait pendistribusian BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran.

Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan, “Harusnya ada aturan yang ditegakkan. BBM subsidi kan memang untuk masyarakat yang membutuhkan, bukan dijual sembarangan seperti ini.”
Regulasi pemerintah, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM, mengatur bahwa pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken wajib dilengkapi dengan surat rekomendasi dari instansi terkait untuk memastikan pendistribusian sesuai peruntukan.
Ketika awak media ini mencoba mengklarifikasi kejadian tersebut kepada pengawas SPBU 54 612 08 tersebut M.D. ( inisial ), beliau tidak merespon pesan dan panggilan WhatsApp awak media ini. ( Kamis 23/01/2025 )
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU 54 612 08 belum memberikan keterangan resmi terkait praktik penjualan tersebut.
Sementara itu, Awak media ini akan mencoba berkoordinasi dengan pihak berwenang Polsek Gedangan Polresta Sidoarjo sebagai pemangku wilayah, dan diharapkan pihak berwenang segera turun tangan untuk menertibkan jika terbukti ada pelanggaran, agar pendistribusian BBM bersubsidi lebih terkontrol dan tepat sasaran.