Liputan Surabaya – Sidoarjo, Suasana pelayanan di KB Samsat Sidoarjo Kota tampak berbeda dari biasanya. Investigasi mendalam tim Liputansurabaya.id sejak pagi hari menunjukkan perubahan signifikan dalam pola pelayanan dan sistem pengamanan, khususnya terkait pencegahan praktik percaloan yang selama ini kerap meresahkan masyarakat wajib pajak.
“Aipda Chusairi Tegaskan Larangan Calo Masuk Gedung”
Pantauan tim jurnalis di pintu masuk gedung mendapati Aipda Chusairi mengambil posisi sebagai pengendali keamanan pelayanan. Dengan sikap tegas namun tetap menjaga etika pelayanan publik, ia memberikan instruksi langsung kepada para PHL yang berjaga.
โSiapa pun yang bukan wajib pajak, jangan masuk. Calo dilarang masuk ke dalam gedung pelayanan,โ tegasnya dalam arahan singkat yang terdengar jelas oleh tim Liputansurabaya.id.
Instruksi tersebut bukan sekadar seremonial. Selama pemantauan berlangsung hampir tiga jam, tidak terlihat adanya individu mencurigakan yang mencoba memanfaatkan keramaian untuk menawarkan jasa perantara.
Machfud, Adpel Bapenda Jatim Sidoarjo Kota, Patroli Keliling Lapangan
Di area luar, situasi tak kalah ketat. MachfudโAdpel Bapenda Jatim Wilayah Sidoarjo Kotaโtampak berkeliling area lapangan yang selama ini dikenal sebagai titik rawan aktivitas calo.
Dengan membawa buku kontrol pelayanan dan melakukan komunikasi intens dengan petugas lapangan, Machfud memastikan seluruh sisi area tetap dalam kondisi steril.
โPelayanan Samsat harus sinergi dan humanis. Tidak boleh ada yang mengganggu warga saat mengurus administrasi,โ ujarnya kepada tim kami.
Pantauan investigasi menunjukkan hasil nyata: tidak ada satu pun calo yang terlihat. Jalur luar yang biasanya menjadi titik manuver perantara ilegal kini benar-benar bersih.
Warga Merasa Lebih Aman dan Nyaman
Sejumlah warga yang ditemui mengaku merasakan perubahan nyata.
Rudi, warga Buduran, yang mengurus pajak tahunan, menyampaikan:
โHari ini lebih tenang. Tidak ada yang nawar-nawari bantuan. Kita bisa ikut alur resmi tanpa takut dirayu calo.โ
Siti, warga Waru, menambahkan bahwa petugas lebih ramah dan jelas dalam memberikan panduan. โProsesnya jadi lebih cepat dan tidak membingungkan,โ ujarnya.
Testimoni ini menguatkan temuan investigasi bahwa pendekatan humanis yang diklaim pihak Samsat benar-benar diterapkan di lapangan.
Sinergitas Tiga Unsur: Kepolisian, Bapenda, dan PHL
Investigasi Liputansurabaya.id mencatat adanya kolaborasi erat antara tiga unsur utama:
Kepolisian, yang menjaga keamanan dan pintu masuk.
Bapenda Jatim, yang memastikan prosedur administrasi berjalan sesuai SOP.
PHL, yang mengatur alur wajib pajak dan menjaga ketertiban.
Sinergitas ini menjadi fondasi munculnya pelayanan publik yang lebih bersih, lebih tertib, dan lebih dipercaya masyarakat.
Catatan Akhir Liputansurabaya.id
Berdasarkan investigasi di lapangan, Liputansurabaya.id menyimpulkan:
1. Tidak ada aktivitas calo di dalam maupun sekitar gedung.
2. Pengawasan dilakukan secara aktif, bukan sekadar formalitas.
3. Pelayanan berlangsung lebih tertib dan humanis.
4. Koordinasi antarinstansi berjalan efektif.
Dengan langkah berani ini, KB Samsat Sidoarjo Kota menunjukkan komitmen menuju pelayanan publik bebas calo dan berintegritas.
Liputansurabaya.id akan terus mengawal perkembangan ini sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap pelayanan publik di Jawa Timur.
Pewarta : Musthofa










