Surabaya – Bisnis esek-esek online di Surabaya semakin menjamur sejak pemerintah kota Surabaya menutup tempat prostitusi, kini mereka ( PSK ) melancarkan aksinya melalui media sosial michat dan melakukan transaksi tersebut di dalam hotel.
Sudah bukan rahasia lagi kalo hotel menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk para mereka yang menyukai wisata lendir, Kali ini di salah satu hotel yang ada di kota Surabaya atau lebih tepat nya di Hotel Gubeng jl. sumatra no 18. Surabaya.
Dugaan tersebut di kuat kan ketika rekan media mencoba menghubungi salah satu psk yang ada di aplikasi michat berinisial MA untuk di ajak berkencan, kemudian MA langsung mengarah kan rekan media untuk menuju hotel yang berada di tengah kota tersebut untuk bernegosiasi.
Sesampai nya rekan media di halaman hotel tersebut, rekan media langsung menghubungi MA melalui pesan singkat aplikasi michat dan MA pun mengatakan,”
“Langsung masuk saja mas gpp disini aman dan bebas kok, pean cari kamar no 03 nanti pean ketok-ketok saja, saya keluar” ujarnya
Lalu dengan santai nya rekan media masuk ke hotel dan mencari kamar nomer 03 tersebut tanpa adanya teguran atau sapaan penjaga maupun resepsionis seakan akan sudah biasa tamu keluar masuk hotel untuk melakukan prostitusi di hotel tersebut padahal disitu ada dua orang yang menjaga.
Di dalam kamar no 03 Hotel Gubeng tersebut sang PSK langsung mengajak berhubungan badan rekan media layak nya sepasang suami istri yang lama tidak berjumpa, tetapi sangat di sayangkan oleh rekan media sebelum melakukan hubungan tersebut sang PSK meminta uang tambahan dari apa yang di sepakati di dalam aplikasi michat tersebut sebesar lima puluh ribu rupiah ( 50.000 ) dengan alasan untuk admin hotel.
” Mas ini tambah 50 ribu ya buat admin hotel, untuk keamanan biar kita main nya enak nyantai ” tutup nya
Kemudian ke esok an hari nya (21/01/2024) dirasa ada yang janggal awak media dari liputansurabaya.id mencoba mendatangi hotel tersebut untuk mengklarifikasikan atas kejadian tersebut kepada pemilik/owners Hotel Gubeng dan di temui langsung oleh salah satu pemilik hotel dan beberapa karyawan hotel, dan owner tersebut menyampaikan.”
” Maaf mas kami cuma buka usaha sewa kamar, untuk penyediaan tempat prostitusi kami terang terangan tidak menyediakan,”
“Dan jika ada salah satu penghuni hotel kami yang melakukan transaksi prostitusi online itu kami tidak mengetahuinya, apalagi sampai kami meminta uang untuk administrasi sebesar 50.000 di setiap transaksi, kami dari pihak hotel sama sekali tidak menerima”
“Untuk masalah keamanan atau ke bebasan teman tamu keluar masuk hotel juga tidak benar, mungkin waktu itu pegawai kami lalai dalam bekerja” ucap owner Hotel Gubeng kepada awak media liputansurabaya.id
sampai berita ini di tayangkan di harapkan satpol pp dan instansi instansi terkait segera menindak lanjuti biar tidak ada kejadian seperti ini lagi yang bisa merusak citra nama baik kota pahlawan surabaya.