Liputan Surabaya – Sumatera Utara, Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah barat daya Nias Utara, Sumatera Utara, pada Minggu dini hari (19/4/2026) pukul 03.06 WIB. Informasi awal gempa tersebut disampaikan oleh BMKG melalui sistem rilis cepatnya.
liputansurabaya.id
“Berdasarkan parameter sementara, episenter gempa berada pada koordinat 1,14 Lintang Utara dan 97,04 Bujur Timur. Lokasi ini berada sekitar 48 kilometer di barat daya Nias Utara. Sementara itu, kedalaman gempa tercatat 10 kilometer, yang tergolong sebagai gempa dangkal dan umumnya memiliki potensi guncangan yang lebih kuat dirasakan di permukaan.
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan oleh sebagian masyarakat di wilayah Nias Utara dan sekitarnya. Namun hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun adanya korban jiwa. Aparat setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan untuk memastikan dampak yang ditimbulkan.
BMKG menegaskan bahwa informasi yang disampaikan saat ini masih bersifat awal. โInformasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,โ demikian bunyi keterangan resmi yang dirilis.
Secara geografis, wilayah Sumatera Utara, khususnya kawasan Kepulauan Nias, memang berada di zona rawan gempa karena terletak di pertemuan lempeng tektonik aktif. Aktivitas subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia kerap memicu terjadinya gempa bumi di wilayah ini, baik dengan skala kecil hingga besar.
Para ahli mengingatkan bahwa gempa dangkal seperti ini berpotensi diikuti oleh gempa susulan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak panik. Warga juga diimbau untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan serta menghindari daerah rawan longsor atau runtuhan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial. Informasi resmi terkait gempa dan potensi dampaknya hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG maupun instansi terkait lainnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Tim tanggap darurat disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, termasuk jika terjadi gempa susulan yang lebih kuat.
Hingga saat ini, BMKG belum mengeluarkan peringatan tsunami terkait gempa tersebut. Namun demikian, masyarakat di wilayah pesisir tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah antisipasi.
Perkembangan lebih lanjut terkait gempa ini akan terus diperbarui seiring masuknya data terbaru dan laporan dari lapangan.
Pewarta : Tp









