Liputan Surabaya – Sidoarjo, Kegiatan donor darah yang diikuti personel Satlantas Polresta Sidoarjo dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga memiliki makna kemanusiaan yang sangat mendalam. Melalui setetes darah yang disumbangkan, para pendonor turut berkontribusi menyelamatkan nyawa sesama yang membutuhkan bantuan medis.
Salah satu peserta donor darah, Bripka Fendie, menunjukkan kepeduliannya dengan berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Polresta Sidoarjo. Aksi tersebut mencerminkan semangat pengabdian dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari nilai-nilai kemanusiaan universal.
Donor darah dipandang sebagai bentuk amal kemanusiaan yang sangat mulia karena memberikan manfaat langsung bagi keselamatan jiwa orang lain. Selain menjadi bentuk sedekah yang bernilai sosial, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata dari upaya memelihara kehidupan sesama manusia atau hifdz an-nafs, yakni menjaga dan melindungi kehidupan sebagai salah satu tujuan utama kemaslahatan umat.
Kegiatan donor darah juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan dan solidaritas antarsesama. Nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya melampaui perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan, karena tujuan utamanya adalah membantu mereka yang membutuhkan pertolongan tanpa memandang latar belakang apa pun.
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial. Sebab, setiap tetes darah yang didonorkan bukan hanya memberikan harapan hidup bagi penerima, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kemanusiaan adalah nilai yang menyatukan semua orang.
“Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan amal kemanusiaan yang mulia, bentuk sedekah, dan wujud kepedulian nyata dalam menjaga kehidupan sesama manusia.”
Pewarta : Tp



