Akses Tambak Bermasalah, Ratusan Petani Tambak Keputih Minta Kejelasan ke Kelurahan

Gambar Gravatar
          

LIPUTAN SURABAYA– Persoalan akses menuju kawasan tambak membawa sekitar 100 petani Tambak Keputih turun menyampaikan aspirasi. Mereka mendatangi Kantor Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Senin (24/8/2026), meminta pemerintah turun tangan memastikan jalan menuju tambak tetap bisa digunakan.

Bacaan Lainnya
SIMAK JUGA  Sambut Hari Kemerdekaan RI ke - 80 Brimob Polda Jatim Berbagi 2000 Bendera Merah Putih di Pamekasan
LIPUTAN SURABAYA

Tak hanya soal akses. Para petani juga menyoroti pemanfaatan kawasan sempadan Sungai Berem Plengsengan I dan II yang dinilai harus dikembalikan sesuai fungsinya.

Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, massa yang dipimpin Ketua Petani Tambak Keputih, Jainal Arif, berkumpul di depan kantor kelurahan. Sejumlah spanduk berisi tuntutan dibentangkan selama aksi.

Bagi para petani, akses di sepanjang sempadan sungai bukan sekadar jalan biasa. Jalur tersebut selama ini menjadi akses penting untuk mencapai kawasan tambak sekaligus dinilai memiliki fungsi sebagai jalan inspeksi sungai.

Ada tiga tuntutan yang mereka bawa.

Pertama, petani meminta tanah sempadan Sungai Berem Plengsengan I dan II di sepanjang jalan menuju tambak dikembalikan fungsinya sebagai jalan inspeksi. Jalur itu diharapkan tetap dapat menunjang kegiatan normalisasi sungai sekaligus menjadi akses bagi petani.

Kedua, mereka meminta adanya pagar panel yang menjadi batas jelas antara tanah sempadan sungai dan lahan yang dikelola pengembang PT Taman Timur.

Sementara tuntutan ketiga berkaitan dengan keberadaan bangunan di kawasan tersebut. Petani meminta bangunan yang berada di bibir maupun sempadan Sungai Berem Plengsengan I dan II ditertibkan apabila terbukti melanggar ketentuan.

SIMAK JUGA  Biddokkes Polda Jatim Buka Posko DVI di Lingkungan Ponpes Al Khoziny

Dalam sejumlah orasi, petani menegaskan tidak ingin akses yang selama ini mereka gunakan menuju tambak tiba-tiba tertutup.

Mereka juga berpandangan kawasan sempadan sungai tidak semestinya berubah menjadi ruang yang membatasi kepentingan masyarakat, terlebih apabila kawasan tersebut memiliki fungsi publik dan menjadi jalur penunjang aktivitas petani.

Aspirasi itu kemudian dibawa ke meja pertemuan. Sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah perwakilan petani diterima di Pendopo Kelurahan Keputih.

Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Muhamad Fikser, Camat Sukolilo Muhammad Aries Hilmi, Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan, serta Lurah Keputih Vitria Farish Mayasari.

Di hadapan jajaran pemerintah, Jainal Arif kembali menekankan pentingnya kepastian akses bagi para petani.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan tersebut dari sisi penataan kawasan, tetapi juga mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang selama ini menggantungkan akses menuju tambak melalui jalur tersebut.

Kepala DLH Kota Surabaya Muhamad Fikser mengatakan persoalan itu akan dibahas kembali dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

SIMAK JUGA  Polres Sampang & Polres Gresik Diduga Kompak Lepas Pelaku Kasus Pencurian

Dalam pertemuan tersebut, pihak PT Taman Timur belum hadir sehingga pembahasan belum menghasilkan keputusan akhir.

“Masalah ini akan kami rapatkan ulang dengan semua pihak agar nantinya tidak ada yang merasa dirugikan,” kata Fikser.

Pemkot Surabaya juga akan melakukan peninjauan kembali terhadap kawasan sempadan sungai yang menjadi pokok persoalan.

Camat Sukolilo Muhammad Aries Hilmi menyatakan aspirasi para petani telah diterima dan akan ditindaklanjuti bersama instansi terkait.

Sementara Lurah Keputih Vitria Farish Mayasari memastikan persoalan tersebut akan kembali ditinjau dengan memperhatikan fungsi fasilitas umum serta akses yang selama ini digunakan masyarakat dan petani tambak.

Kini para petani menunggu langkah lanjutan Pemkot Surabaya. Mereka berharap pertemuan berikutnya tidak sekadar menjadi ruang pembahasan, tetapi bisa menghadirkan kepastian mengenai batas sempadan sungai sekaligus nasib akses jalan menuju tambak yang menjadi tumpuan aktivitas mereka.

Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak PT Taman Timur maupun pihak Kelurahan Keputih terkait persoalan tersebut. ( Red )

HYT AKSESORIS

BAKSO PAK SAN DEPAN TUGU PAHLAWAN 💯