Liputan Surabaya – Surabaya, Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan warga Pengampon Gang 9, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, untuk mempererat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan doa bersama dan silaturahmi warga. Tradisi religius yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun tersebut kembali digelar dengan penuh khidmat dan nuansa kebersamaan.
Kegiatan yang dipimpin Ketua RT 9, Bapak Akhsan, menjadi wujud rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para orang tua, kakek, nenek, serta keluarga yang telah meninggal dunia. Warga secara bersama-sama memanjatkan doa agar amal ibadah para leluhur diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesehatan, keberkahan, serta kerukunan.
Lantunan takbir menggema di tengah kegiatan:
ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู ููุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ููููููููู ุงููุญูู ูุฏู
โAllฤhu akbar, Allฤhu akbar, Allฤhu akbar. Lฤ ilฤha illallฤhu wallฤhu akbar. Allฤhu akbar wa lillฤhil-แธฅamd.โ
Suasana religius dan penuh kekeluargaan tampak menyelimuti kegiatan tersebut. Warga dengan kompak bergotong royong menyiapkan acara sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Menurut warga, tradisi doa bersama saat Idul Adha bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan juga sarana memperkuat iman, mempererat silaturahmi, serta mengingat pentingnya berbakti dan mendoakan orang tua maupun keluarga yang telah wafat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Musthofa dari media online liputansurabaya.id yang ikut berkumpul bersama warga untuk mengikuti doa bersama dalam suasana penuh hikmat dan kekhusyukan.
Melalui kegiatan tersebut, warga berharap nilai-nilai keislaman, persaudaraan, dan semangat gotong royong tetap terjaga di lingkungan masyarakat, sehingga tradisi penuh makna itu dapat terus dilestarikan pada setiap peringatan Hari Raya Idul Adha.
Pewarta : ( Tp )



