Soroti Dugaan Predator Seksual Sesama Jenis di Sekolah, LSM ABABIL dan Gagak Hitam Geruduk Disdik Jatim dan Balai Kota Surabaya

Gambar Gravatar
          

LIPUTAN SURABAYA, KOTA SURABAYA– Massa yang tergabung dalam LSM Anak Bangsa Berjiwa Intelektual (ABABIL) bersama Gagak Hitam menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Balai Kota Surabaya, Rabu (16/9/2026).
Aksi tersebut menyoroti dugaan tindakan pencabulan yang disebut melibatkan oknum pendidik dan peserta didik di lingkungan SMAN 19 Surabaya.
Massa aksi dipimpin H. Mahus Ali selaku koordinator lapangan. Sekitar pukul 09.00 WIB, massa tiba di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Jalan Genteng Kali, Surabaya, kemudian membentangkan sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan.
Sejumlah poster yang dibawa antara lain bertuliskan “Kebiri Pelaku Predator Homosexual”, “Lindungi Generasi Emas Anak-Anak Kita dari Predator Homosexual”, “Kami Butuh Pendidikan Bukan Predator Homosexual”, serta “Pecat dan Penjarakan Oknum Pendidik yang Melakukan Pencabulan”.

Bacaan Lainnya
SIMAK JUGA  Dugaan Ketidakterbukaan Penanganan Kasus Sidotopo, Aspek Hukum Jadi Sorotan
LIPUTAN SURABAYA

Dalam orasinya, massa menyebut dunia pendidikan Surabaya tercoreng oleh dugaan tindakan pencabulan yang disebut dilakukan oknum guru terhadap siswanya.
Mereka menilai peserta didik seharusnya mendapatkan pendidikan yang nyaman dan aman di lingkungan sekolah.
Massa juga meminta aparat penegak hukum segera memproses oknum guru yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap muridnya.
“Pelaku predator harus segera ditangkap dan diproses secara hukum,” menjadi salah satu seruan yang disampaikan dalam aksi.
Selain menuntut proses hukum, LSM ABABIL dan Gagak Hitam juga meminta pemerintah serta instansi terkait memberikan perlindungan maksimal terhadap anak dan peserta didik dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.
Mereka mendesak agar proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, objektif dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

SIMAK JUGA  Rusia Mengerahkan Robot Tempur Untuk Menghalau Tank Leopard 2 Dan Abraham As

Massa juga meminta setiap pihak yang nantinya terbukti secara hukum melakukan kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak diberikan sanksi tegas.
Dalam tuntutannya, massa turut meminta pemerintah daerah dan instansi pendidikan memperkuat sistem pengawasan serta pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Selain itu, korban diminta mendapatkan perlindungan serta pendampingan psikologis, medis dan hukum secara memadai. Identitas dan martabat korban juga diminta tetap dilindungi agar tidak menimbulkan tekanan maupun trauma tambahan.
Kemudian massa meninggalkan Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur dan bergerak menuju Kantor Wali Kota Surabaya di Jalan Jimerto.

SIMAK JUGA  Dispenda Jatim : Bagi Masyarakat Jatim Buruan Manfaatkan Ada Pemutihan Pajak Dan Bebas Denda Balik Nama

Dalam orasi di Balai Kota Surabaya, massa menyoroti dugaan tindakan asusila yang disebut melibatkan oknum guru dan siswa di lingkungan SMAN 19 Surabaya.

Massa meminta oknum guru tersebut segera diproses hukum apabila terbukti melakukan tindak pidana, serta berharap Wali Kota Surabaya memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.
Mereka juga meminta adanya sanksi tegas terhadap oknum guru yang terlibat apabila nantinya terbukti melalui proses hukum.

Selain itu, massa mendesak seluruh pihak terkait agar tidak melakukan pembiaran terhadap setiap dugaan kekerasan seksual terhadap anak serta memastikan lingkungan pendidikan menjadi ruang yang aman bagi peserta didik.

Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap sistem pengawasan dan mekanisme perlindungan anak di lingkungan pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang.

HYT AKSESORIS

BAKSO PAK SAN DEPAN TUGU PAHLAWAN 💯