Proyek Saluran Beton Rp9,6 Miliar di Surabaya Diduga Abaikan Prosedur Teknis

Gambar Gravatar
          
          
chatgptgemini

Liputan Surabaya – Surabaya, Proyek pembangunan saluran beton permanen di kawasan Gayung Kebonsari–Jetis Seraten, Surabaya, bernilai Rp9,6 miliar dari APBD 2025, menuai sorotan. Pekerjaan yang digarap CV Cipta Karya Mandiri di bawah naungan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya itu diduga mengabaikan sejumlah tahapan teknis penting.

Pantauan lapangan menunjukkan pemasangan beton precast U-Gutter 200/200 dengan gandar 15 ton dilakukan tanpa pengeringan galian terlebih dahulu. Kondisi ini menyebabkan genangan air tetap ada di dasar saluran, sehingga rawan memengaruhi elevasi dan kemiringan saluran. Selain itu, landasan beton rabbat setebal 20 cm yang seharusnya menjadi dasar pemasangan juga tidak ditemukan.

SIMAK JUGA  Polresta Malang Kota Dirikan Posko Terpadu Tanggap Bencana Antisipasi Hidrometeorologi Saat Nataru.

Tidak hanya itu, urugan kembali yang seharusnya menggunakan sirtu digantikan dengan tanah lempung bekas galian. Praktik ini berpotensi menyebabkan jalan di sekitar saluran ambles serta melemahkan struktur dinding saluran. Beberapa box precast juga terlihat retak, memunculkan keraguan terhadap kualitas material yang digunakan.

Bacaan Lainnya
SIMAK JUGA  Pasang Pagar Beduri di Lokasi Sengketa, Tindakan PT Dok Pantai Lamongan Termasuk Perbuatan Aksi Premanisme
LIPUTAN SURABAYA

Ketika awak media mencoba menemui pelaksana proyek, penjaga menyatakan yang bersangkutan tidak ada di lokasi. Bahkan sempat muncul seseorang yang diduga bagian keamanan kampung, dengan nada mengintimidasi melarang pengambilan foto dan video. Konsultan proyek bernama Fahmi akhirnya ditemui dan menyebut pelaksana tengah ada keperluan.

Proyek ini tercatat dengan nomor kontrak 000.3.2/061/06.2.01.0028.epc/436.7.3/2025, menyerap anggaran Rp9.605.482.506. Pemerintah Kota Surabaya berharap saluran baru mampu mengurangi banjir musiman di wilayah tersebut. Namun, dengan temuan di lapangan, dikhawatirkan saluran hanya berfungsi sebagai “saluran mainan” alih-alih sistem drainase permanen yang efektif.

SIMAK JUGA  Brimob Polda Jatim Panen Melon dan Semangka, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemkot Surabaya belum memberikan keterangan resmi. Proyek masih dalam pemantauan hingga serah terima, termasuk potensi adanya kerugian negara jika penyimpangan teknis terus berlanjut.

(Bersambung)

HYT AKSESORIS

BAKSO PAK SAN DEPAN TUGU PAHLAWAN 💯