Polres Jember Evakuasi Korban Banjir di Rambipuji Pastikan Bantuan Tersalurkan

Gambar Gravatar
          
chatgptgemini

Liputan Surabaya – JEMBER, Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Jember Jawa Timur sejak Kamis hingga Jumat 12-13 februari 2026 dini hari memicu banjir di sejumlah wilayah.

Upaya penanganan dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Jember Polda Jatim dan jajarannya, TNI, Basarnas, BPBD, PMI, Tagana, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa, serta para relawan.

Selain mengevakuasi warga, petugas juga melakukan pembersihan sisa lumpur dan mendirikan dapur umum maupun dapur mandiri untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi.

Kapolres Jember, AKBP Bobby A Condroputra melalui Waka Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan yang turut pimpin evakuasi mengatakan, fokus utama penanganan berada di Kecamatan Rambipuji.

Bacaan Lainnya
SIMAK JUGA  Polres Kediri Kota Tegas Berantas Premanisme Lewat Ops Pekat ll Semeru 2025
LIPUTAN SURABAYA

Warga yang rumahnya terendam dipindahkan ke lokasi aman, salah satunya di Balai Desa Rambipuji.

“Kami hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pertolongan dengan cepat. Evakuasi kami lakukan ke tempat yang lebih aman, sekaligus menyalurkan bantuan logistik selama masa tanggap darurat,” ungkap Kompol Ferry, Sabtu (14/2/26).

Ia menegaskan, Polres Jember Polda Jatim akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak banjir serta menjaga situasi tetap kondusif.

SIMAK JUGA  Do'a bersama Warga Malang untuk pemilu Damai dan GIbran Cawapres 2024

“Sinergi lintas instansi terus kami lakukan, baik dalam proses evakuasi, pengamanan wilayah, maupun distribusi bantuan,” kata Kompol Ferry.

Ia menegaskan, keselamatan dan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama.

Hingga saat ini, ratusan warga masih bertahan di lokasi pengungsian, termasuk Balai Desa Rambipuji, rumah kerabat, dan sejumlah tempat ibadah.

Sementara itu Data BPBD mencatat sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) di 8 kecamatan dan 17 desa/kelurahan terdampak, dengan Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah paling parah, mencapai 3.210 KK terdampak.

SIMAK JUGA  Ops Zebra Semeru 2023 Angka Pelanggaran dan Laka Lantas di Jawa Timur Menurun

Meningkatnya debit air di beberapa sungai seperti Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, Kaliklepuh, dan Sungai Bedadung menyebabkan luapan setinggi 30 sentimeter hingga 2 meter.

Air merendam permukiman warga, merusak infrastruktur jembatan, serta mengganggu arus lalu lintas di sejumlah titik.

Pewarta : (Tp)

HYT AKSESORIS

BAKSO PAK SAN DEPAN TUGU PAHLAWAN 💯